Kompas, Sosok, Minggu, 04 September 2005
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/04/Sosok/2020225.htm
ASAL USUL
Wahai Jiwa yang Tenang
MOHAMAD SOBARY
"Dan duka maha tuan bertahta" (Chairil Anwar)
Di makamnya kita menunggu. Ribuan wajah menunduk. Orang tampak
berdesak-desakan di bawah terik matahari sejak menjelang pukul sebelas
hingga tengah hari.
Apa bedanya dengan dulu ketika di Taman Ismail Marzuki atau di hotel-hotel
kita berkerumun menanti dia datang dan kemudian mendengar
ceramah-ceramahnya?
Bedanya, kali ini ada tembakan salvo, upacara kemiliteran, dan tembang Gugur
Bunga. Kali ini kita mengantarkannya pulang. Dan sesudah ini tak akan pernah
ada lagi panitia menjemputnya dan membawanya ke podium untuk didengar
pemikirannya.
Dan ketika di atas pusaranya orang-orang tercinta dan yang setulus hati
mencintainya-juga anggota-anggota keluarga, para sahabat, teman-teman,
kenalan, dan para pengagum-dengan kusuk menabur bunga, saya pun mengambil
sejumput, kemudian saya taburkan di atas taburan yang sudah merata.
Ini bukan taburan pertama, tetapi bukan yang terakhir. Di belakang saya
antrean masih panjang.
Sejenak saya termangu. Bait terakhir puisi Chairil Anwar: "Dan duka maha
tuan bertahta" yang ditulis pada saat kematian neneknya menggambarkan dengan
baik suasana sejak kemarin sorenya di Kampus Paramadina.
Dalam hati saya sendiri, rasa bersalah besar, pengakuan dan penyesalan,
berkecamuk. Rasanya seperti lorong kecil tanpa ujung. Utang sosial macam ini
dengan apa dibayar? Saya terhukum.
Hari Minggu-dua hari sebelumnya-ketika kesehatannya sangat menggembirakan,
saya dan istri saya bermaksud menengok ke rumah sakit, tetapi gagal oleh
urusan teknis lainnya dan saya menghibur diri bahwa hari lain masih ada.
Kita tak pernah tahu rahasia Tuhan.
Saya mendoakannya dengan hati merendah dan dengan kesadaran yang mulai utuh
tetapi getir bahwa kita betul-betul kehilangan. Dan bahwa apa yang hilang
itu tak mungkin kembali.
Alunan tembang sahdu "mati satu tumbuh seribu" saya kira bukan janji, bukan
hiburan. Mati satu tumbuh satu pun rasanya sudah merupakan kemurahan alam
yang melimpah. Tetapi, siapa gerangan yang satu itu?
Berkali-kali, dalam gerah ketika kita menanti rangkaian upacara itu, orang
membisikkan rasa kehilangannya. Berkali-kali pula orang bertanya kepada saya
siapa penggantinya, dan saya tak bisa menjawab.
Cak Nur pergi bukan atas kemauannya sendiri. Saya berani bertaruh, gemuruh
dalam jiwa dan semangatnya untuk mengabdi negaranya belum reda. Ia masih
ingin terus memperbaiki keadaan yang tetap morat-marit. Tak sukar kita
menyelami dan menyimpulkan bahwa ia sering kecewa.
Ia bukan hanya orang yang bisa disebut committed citizen, tetapi ia pemimpin
yang sangat peduli. Ia tak sabar membayangkan hasil kerjanya.
Dialah yang gigih menciptakan ruang kebudayaan untuk memfasilitasi agar
kekuatan rohaniah bernama "umat", yang sangat jauh tertinggal bisa masuk ke
dalam dan menjadi bagian dari "modernitas", kiblat dunia itu. Ia
"memodernisasikan" umat.
Dengan syukur ia melihat meningkatnya pendidikan "umat". Ia sadar
Timur-Barat itu milik Tuhan. Dan karena itu umat hendaknya jangan dihantui
ketakutan dan dibebani kebencian serta dendam tiap bicara Timur-Barat.
Sebagai kiblat geografis keduanya ada. Sebagai kutub pemikiran keduanya tak
perlu dianggap dikotomi. "Timur-Barat" atau "Barat-Timur" itu sebuah
civilization continuum. Dulu, peradaban mengalir dari Timur ke Barat dan
sekarang kebalikannya, tetapi apa salahnya?
Cak Nur bangga melihat proses "santrinisasi birokrasi" dan "birokratisasi
santri" itu. Tetapi, ketika santrinisasi itu bergerak ke "tengah", ia kecewa
karena "santrinisasi birokrasi" berubah dari gejala sosiologis biasa menjadi
gejala politik yang tak ramah.
"Umat" lalu menjadi kekuatan politik riil. Banyak pihak berkata: kini
giliran kita. Tetapi, "kita" itu hanya sedikit orangnya. Suasana balas
dendam atau kehendak dominan dilampiaskan. Dengan masygul, Cak Nur pun
mundur.
Sebagai pemikir, jiwa Cak Nur bergejolak. Ia liberal, lebih dari siapa pun.
Tetapi, watak liberalnya tak diumumkan dan ia tak ingin dipahlawankan karena
alasan itu. Ia mungkin malah tak tahu bahwa ia liberal.
Secara pribadi, Cak Nur jiwa yang tenang. Sikapnya lembut. Tutur kata dan
sepak terjangnya santun seperti murid teladan.
"Murid? Bukankah ia guru bangsa?"
Seorang guru bangsa pun hakikatnya juga murid. Sekarang terlalu banyak orang
mengaku pintar dan semua berambisi menjadi pemimpin tanpa bersedia menjadi
murid.
Dan murid yang satu ini sudah menghadap. Di sana, semoga ia disambut ramah:
"Wahai jiwa yang tenang, masuklah ke dalam surga-Ku."
http://www.mail-archive.com/is-lam@milis.isnet.org/msg01074.html
Sabtu, 13 November 2010
[is-lam] Wahai Jiwa yang Tenang
Hajji dan Ukhuwah Islamiyah (Buat kita yang tidak wukuf, yuk puasa sunnah Arafah 9 Dzulhijjah)
Salah satu hikmah yang mendasar dari ibadah haji adalah persaudaraan atau ukhuwah.
Ketika 3 juta umat Islam berkumpul di Padang Arafah setipa tahunnya, jamaah yang datang dari segala penjuru dunia itu terdiri atas berbagai bangsa, warna kulit, dan status yang berbeda-beda. Namun, mereka melebur di satu tempat dengan kain yang rata-rata berwarna sama-ihram putih-untuk merenungi diri dengan doa-doa dalam kebersamaan.
Wukuf ibarat 'wisuda' bagi para calon jama'ah haji, yang merupakan puncak ibadah haji tersebut.
Berinteraksi satu dengan lainnya sembari bertukar informasi, saling berkomunikasi, dan bersilaturahim. Pada saat-saat tertentu, saling tolong-menolong menyelesaikan masalah untuk kepentingan bersama: melaksanakan manasik bersama, shalat berjamaah, makan dan minum bersama, dengan tujuan yang sama pula. Labbaik Allahumma Labbaik, memenuhi undangan Allah sebagai tamu-Nya yang istimewa (Dhuyufurrahman).
Dalam suka dan duka perjalanan haji, beragam rintangan dan onak duri mungkin dialami setiap jamaah, yang dalam kebersamaan dan saling tolong-menolong sesamanya itu direspons dengan kesabaran. Suatu pemandangan alam mahsyar yang divisualisasikan dalam drama kolosal wukuf (berhenti sejenak untuk merefleksikan diri bersama jamaah haji yang lain) terasa pada puncak ritual haji (hajju Arafah) ini.
Kebersamaan dalam haji inilah momentum yang tepat untuk merajut persaudaraan universal (ukhuwah Islamiah). Ukhuwah berasal dari kosakata akha - ya'khu - ukhuwwah. Kata ini dengan berbagai derivasinya banyak sekali terdapat di dalam Alquran, baik dalam arti saudara kandung maupun dalam arti saudara lain. Yang berkaitan dengan ukhuwah ini terdapat sekitar 80 ayat dalam berbagai surah. Pada Alquran surah Al-Hujurat [49] ayat 10, misalnya, dinyatakan bahwa antara sesama mukmin adalah saudara.
Makna ukhuwah kemudian dijelaskan oleh Rasul SAW dalam beberapa sabdanya, di antaranya dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami, "Al-Mukmin li al-Mukmin ka al-Bunyan yasyuddu ba'dhuhu ba'dlan" (Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya itu bagaikan beton bangunan yang saling menguatkan satu dengan lainnya).
Rasulullah SAW telah meletakkan batu-bata ukhuwah ini dengan susah payah sejak pascahijrah ke Madinah. Para sahabat dipersaudarakan, antara Muhajirun dan Anshar. Di tengah Muhajirun dan Anshar sendiri, kemudian di antara individual para sahabat. Untuk mempererat persaudaraan yang hakiki, Nabi mengawini putri sahabat dan beliau pun mengawinkan putri-putrinya dengan para sahabat dekat, baik dari Bani Hasyim (suku Nabi sendiri) maupun dari Bani Umayah. Begitulah persaudaran ini terpelihara sampai pada masa berikutnya.
Spirit ukhuwah yang hakiki yang telah diteladankan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya pada 622 Hijriah ini merupakan fenomena luhur yang diabadikan oleh Alquran, misalnya, dalam surah Al-Hasyr [59] ayat 9. Dengan haji ini mestinya kita konkretkan ukhuwah yang sejati. Boleh jadi dalam kebersamaan itu ada perbedaan, tetapi kita sebagai umat yang satu harus satu dalam keyakinan akidah.
Sumber : koran republika
Baca juga
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah dan Amalan Yang Disyari’atkan
http://ahmadfarisi.wordpress.com/2010/11/09/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzul-hijjah/
Sebelumnya kita puasa sunah Arafah dulu ya!
Sabtu, 30 Oktober 2010
Dies Natalis Emas UNSRI
Klik wajah orang pada foto untuk memberi tanda. Help your friends tag photos. |
Dalam rangka Dies Natalis Emas Universitas Sriwijaya ke 50, Ikatan Keluarga Alumni Unsri mengundang seluruh alumni Unsri untuk menghadiri Silaturahmi Nasional Alumni dengan mengikuti berbagai agenda acara sebagai berikut :
1. Sabtu, 30 Oktober 2010 PK.06.30 Wib, Acara Golf bersama di Lap golf kenten (registrasi : Nasruhsyah 0811781929).
2. Sabtu, 30 Oktober 2010 PK. 19.00 Wib, Acara malam ramah tamah dan temu alumni di pelataran Benteng Kuto Besak.
3. Minggu, 31 Oktober 2010 PK. 06.00 Wib, Jalan Sehat Bersama (kumpul di Kampus Unsri Bukit Palembang.
4. Minggu, 31 Oktober 2010 PK. 14.00 Wib, Acara Musi Tour (prioritas alumni dari luar Palembang).
5. Senin, 1 November 2010, PK. 08.30 Wib, Acara Seminar Nasional
Untuk informasi lebih lanjut, para alumni dapat menghubungi no. 081977740009, 0811712929, 0811782700.
Sejarah Singkat Universitas Sriwijaya
Ide untuk memiliki sebuah perguruan tinggi di Sumatera Selatan telah ada sejak awal tahun 1950-an, yang dicetuskan dalam suatu kesempatan resepsi perayaan hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1952. Diprakarsai oleh beberapa orang pemuka masyarakat, menjelma menjadi kesepakatan untuk membentuk "Panitia Fakultet Sumatera Selatan". Menjelang akhir Agustus 1952, dengan berbagai pertimbangan, ditetapkan bahwa yang pertama akan didirikan adalah fakultas ekonomi. Untuk itu dibentuklah "Panitia Fakultet Ekonomi Sumatera Selatan" yang dikelola oleh suatu yayasan yang didirikan pada tanggal 1 April 1953 dengan nama "Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti".
Pembukaan Fakultet Ekonomi secara resmi di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti ini dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1953 dalam suatu acara yang dihadiri oleh Mr. Hadi, Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (PPK), Drg. M. Isa (Gubernur Sumatera Selatan), Bambang Utoyo (Panglima TT II Sriwijaya) dan Ali Gathmyr (Ketua DPRD Sumatera Selatan).
Upaya melengkapi perguruan tinggi di Sumsel dilanjutkan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti dengan membentuk Panitia Penyelenggaraan Fakultas Hukum. Pada tanggal 1 November 1957, bertepatan dengan perayaan Dies Natalis IV Fakultas Ekonomi, diresmikanlah fakultas tersebut dengan nama 'Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat".
Pengembangan kemudian dilanjutkan dengan bantuan Penguasa Militer Teritorial II Sriwijaya yang memberikan bantuan keuangan unuk mendirikan gedung permanen Yayasan Perguruan Tinggi Syakhyakirti di Bukit Besar (kini Kampus Unsri Bukit). Upacara peletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1957
Upaya selanjutnya adalah penegerian perguruan tinggi yang sudah ada tersebut. Dengan perjuangan gigih tokoh masyarakat Sumsel ketika itu, antara lain Kolonel Harun Sohar (Panglima selaku Ketua Paperda TT II/ Sriwijaya) dan A. Bastari (Gubernur), hambatan yang amsih ada untuk berdirinya universitas negeri di Palembang dapat diatasi. Delegasi yang dikirim ke Jakarta bulan Desember 1959 menemui Menteri PPK (Mr. Moh yamin) berhasil memperoleh jaminan kesediaan pemerintah untuk mengambil alih Perguruan tinggi Syakhyakirti menjadi suatu universitas negeri. Dengan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 1960 tanggal 29 Oktober 1960 (Lambaran Negara Tahun 1960 No. 135) akhirnya berdirilah Universitas Sriwijaya yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 3 November 1960 dalam upacara penandatanganan piagam pendirian oleh Presiden Sukarno dengan disaksikan oleh Menteri PPK (Mr. Priyono) dan beberapa Duta Besar negara sahabat. Sebagai Presiden Universitas yang pertama diangkat Drg. M. Isa yang diangkat dengan Keputusan Presiden No. 696/M tahun 1960 tanggal 29 Okober 1960
Untuk memenuhi tuntutan perkembangan, Unsri kemudian merencanakan penambahan kampus, di luar Bukit Besar yang sudah ada, dengan membebaskan tanah seluas 712 hektar, di Indealaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sekarang Ogan Ilir-OI), pada tahun 1982. Pembangunan kampus baru ini dimulai pada tahun 1983 dengan bantuan dana Asian Development Bank (ADB), yang secara fisik baru dimulai pada tahun 1989 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 1993. Gubernur Sumatera Selatan H Ramli Hasan Basri memberikan kuliah perdana menandai awal kegiatan akademik di kampus baru Inderalaya ini pada tanggal 1 September 1993. Pemanfaatan sepenuhnya fasilitas di Kampus Inderalaya dilaksanakan dengan Keputusan Rektor pada bulan Januari 1995 dimana ditetapkan bahwa terhitung sejak tanggal 1 Februari 1995 semua kegiatan administrasi dan sebagian besar kegiatan akademik diselenggarakan di Kampus Inderalaya. Peresmian Kampus Unsri Indralaya yang sesungguhnya baru dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 1997 oleh Presiden Soeharto.
FILM dalam MIHRAB Cinta
Setelah sukses dengan film “KETIKA CINTA BERTASBIH” (KCB) 1 & 2, SinemArt kembali mengangkat karya novelis terkemuka Indonesia, Habiburrahman El Shirazy, ke layar lebar.
Kali ini SinemArt akan memfilmkan novel Kang Abik (panggilan akrab Habiburrahman El Shirazy) yang berjudul “DALAM MIHRAB CINTA” dengan judul yang sama.
Film ini disutradai langsung oleh Kang Abik , dan disupervisi oleh sutradara senior Chaerul Umam.
Film DMC dibintangi oleh aktor dan aktris terkemuka Indonesia, seperti Dude Harlino, Asmirandah, Meyda Sefira (pemeran Husna dalam KCB), Boy Hamzah, Tsania Marwah dan Dwi Utari. Mereka berhasil terpilih dalam open casting yang dibuka dari tahun lalu sampai April 2010.
Menurut rencana, syuting film DMC akan dilaksanakan dalam waktu satu bulan. Film ini akan mengambil lokasi, terutama di Semarang, Kediri, Pekalongan, Jogjakarta, dan Jabodetabek.
Sang Penulis novel sekaligus sutradara film DMC, Habiburrahman El Shirazy menjelaskan, film DMC berkisah tentang perjuangan seorang remaja yang sempat khilaf dan kekuatan cinta dari orang-orang dekatnya mampu menariknya kembali ke jalan lurus.
“Pesan yang ingin disampaikan melalui film ini adalah siapa pun kalau didorong untuk berbuat tidak baik, bisa benar-benar jadi orang yang tidak baik. Tapi sebaliknya, kalau dimotivasi terus-menerus untuk menjadi baik, dan diberi ruang untuk berbuat baik, dia benar-benar bisa menjadi orang baik. Contohnya adalah kisah Samsul Hadi dalam film DALAM MIHRAB CINTA ini,” papar sastrawan lulusan Al Azhar University Cairo, Mesir itu.
Sastrawan yang berhasil meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional itu sesungguhnya bukan sama sekali baru di bidang penyutradaraan. Ia pernah menyutradarai teater sewaktu masih di Madrasah Aliyah di Solo masih di Madrasah Aliyah di Solo dan saat menuntut ilmu Al Azhar University Cairo Mesir.
Khusus penyutradaraan film, Kang Abik banyak belajar kepada Chaerul Umam, seorang sutradara senior yang kerap menggarap film-film religi. Selama dua tahun beliau mendampingi Chaerul Umam sebagai asisten sutradara saat menggarap film KCB, di Mesir maupun Indonesia. Pengalaman itu tentu menjadi bekal berharga bagi Kang Abik untuk menyutradarai DMC merupakan novel ketiga karya Habiburrahman yang difilmkan oleh SinemArt. Sebelumnya SinemArt sukses mengangkat karya Habiburrahman, KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB) 1 dan 2 ke layar lebar. Film yang dibintangi oleh Kholidi Asadil Alam (Azzam), Oki Setiana Dewi, Andi Asyril Rahman, Meyda Safira, dan Alice Norin, berhasil membukukan sukses dengan meraih 5,9 juta penonton. Kesuksesan film KCB diikuti dengan kesuksesan sinetron KCB serial Ramadhan yang diputar di RCTI dan berhasil menjadi tayangan Ramadhan terfavorit pilihan pemirsa.
Sebelumnya, novel Habiburrahman yang menjadi mega best seller, AYAT-AYAT CINTA (AAC) juga sukses difilmkan. “Saya berharap karya-karya saya, baik dalam bentuk novel, film maupun sinetron dapat memberikan pencerahan dan menumbuhkan semangat berprestasi bagi masyarakat,” tutur sastrawan yang dipercaya untuk menjadi Ketua Liga Sastra Islam Dunia yang bermarkas di Riyadh, untuk Indonesia.
Minggu, 24 Oktober 2010
Orang bertaqwa tidak pernah miskin
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
Adapun mengenai firman Allah Ta’ala,
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah akan menghilangkan bahaya dan memberikan jalan keluar bagi orang yang benar-benar bertakwa pada-Nya. Allah akan mendatangkan padanya berbagai manfaat berupa dimudahkannya rizki. Rizki adalah segala sesuatu yang dapat dinikmati oleh manusia. Rizki yang dimaksud di sini adalah rizki dunia dan rizki akhirat.
Sebagian orang mengatakan, “Orang yang bertakwa itu tidak pernah merasa fakir sama sekali.” Lalu ada yang bertanya, “Mengapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Karena Allah Ta’ala berfirman:
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”
Kemudian ada yang bertanya kembali, “Kami menyaksikan sendiri bahwa di antara orang yang bertakwa, ada yang tidak punya apa-apa. Namun memang ada sebagian lagi yang diberi banyak rizki.”
Jawabannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang bertakwa akan diberi rizki dari jalan yang tak terduga. Namun ayat itu tidak menunjukkan bahwa orang yang tidak bertakwa tidak diberi rizki. Bahkan setiap makhluk akan diberi rizki sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6). Bahkan hamba yang menerjang yang haram termasuk yang diberi rizki. Orang kafir tetap diberi rizki padahal rizki itu boleh jadi diperoleh dengan cara-cara yang haram, boleh jadi juga dengan cara yang baik, bahkan boleh jadi pula diperoleh dengan susah payah.
Sedangkan orang yang bertakwa, Allah memberi rizki pada mereka dari jalan yang tidak terduga. Rizkinya tidak mungkin diperoleh dengan cara-cara yang haram, juga tidak mungkin rizki mereka dari yang khobits (yang kotor-kotor). Perlu diketahui bahwa orang yang bertakwa tidak mungkin dihalangi dari rizki yang ia butuhkan. Ia hanyalah dihalangi dari materi dunia yang berlebih sebagai rahmat dan kebaikan padanya. Karena boleh jadi diluaskannya rizki malah akan membahayakan dirinya. Sedangkan disempitkannya rizki malah mungkin sebagai rahmat baginya.
Namun beda halnya dengan keadaan manusia yang Allah ceritakan,
{ فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ } { وَأَمَّا إذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ } { كُلًّا }
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al Fajr: 15-16)
Senyatanya tidak demikian. Belum tentu orang yang diluaskan rizkinya, ia berarti dimuliakan. Sebaliknya orang yang disempitkan rizkinya, belum tentu ia dihinakan. Bahkan boleh jadi seseorang dilapangkan rizki baginya hanya sebagai istidroj (agar ia semakin terlena dengan maksiatnya). Begitu pula boleh jadi seseorang disempitkan rizkinya untuk melindungi dirinya dari bahaya. Sedangkan jika ada orang yang sholih yang disempitkan rizkinya, boleh jadi itu karena sebab dosa-dosa yang ia perbuat sebagaimana sebagian salaf mengatakan,
إنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
“Seorang hamba boleh jadi terhalang rizki untuknya karena dosa yang ia perbuat.”
Dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang memperbanyak beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”[1]
Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa kebaikan itu akan menghapus kejelekan, istighfar adalah sebab datangnya rizki dan berbagai kenikmatan, sedangkan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan. (Kita dapat menyaksikan hal tersebut dalam ayat-ayat berikut ini).
Allah Ta’ala berfirman,
الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آَيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ (1) أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ (2) وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ
“Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya” (QS. Huud: 1-3)
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)
{ وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا } { لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ }
“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” (QS. Al Jin: 16-17)
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’rof: 96)
وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ
“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS. Al Maidah: 66)
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)
وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
“Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.” (QS. Hud: 9)
مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisa’: 79)
{ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ } { فَلَوْلَا إذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }
“Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 42-43)
Allah Ta’ala telah mengabarkan dalam kitabnya bahwa Dia akan menguji hamba-Nya dengan kebaikan atau dengan kejelekan. Kebaikan yang dimaksud adalah nikmat dan kejelekan adalah musibah. Ujian ini dimaksudkan agar hamba tersebut teruji sebagai hamba yang bersabar dan bersyukur. Dalam hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَقْضِي اللَّهُ لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدِ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Allah tidaklah menetapkan bagi seorang mukmin suatu ketentuan melainkan itu baikk baginya. Hal ini tidaklah mungkin kita jumpai kecuali pada seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa suatu bahaya, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
Demikian penjelasan dari Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al Fatawa (16/52-54). Semoga bermanfaat dan dapat sebagai penyejuk hati yang sedang gundah.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
Muhammad Abduh Tuasikal
Minggu, 17 Oktober 2010
Diktator Terkenal Dari Berbagai Negara
Untuk nomor satu, kami mengambil dari dua kitab suci (Al Quran dan Al Kitab). Memang sosok Firaun sangat special bagi siapapun. Terlebih kalau menyangkut keangkuhannya semasa era Nabi Musa AS. Bahkan ia dengan sombongnya mengaku sebagai Tuhan yang juga merupakan keturunan langsung dari Dewa Matahari. Apapun klaimnya tentang diri sendiri, Firaun akhirnya malah tewas tenggelam saat mengejar Nabi Musa AS bersama bala tentaranya di laut merah. Jasadnya kemudian diselamatkan oleh Tuhan YME, sesuai bunyi dalam ayat Al Quran, surat Yunus ayat 90 yang berbunyi: “Pada hari ini kami selamatkan badanmu, supaya kamu bisa jadi pelajaran bagi orang-orang sesudahmu di masa mendatang.”
2. ADOLF HITLER (JERMAN):
Salah satu sosok special sekaligus paling banyak diminati oleh masyarakat dunia. Lahir dari ayah seorang Yahudi, dimana setelah dewasa ia bertekad untuk memusnahkan bangsa Yahudi di Jerman melalui partai Nazi-nya. Namun setelah ia terjebak dan mendekati kekalahan, akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri bersama istrinya di sebuah ruang bawah tanah.
3. MEGATRON / GALVATRON (DECEPTICONS):
Kami melawak ya? Tidak, inilah merupakan satu-satunya diktator fiksi yang masuk dalam daftar kami. Majalah Wizard menempatkan ia sebagai diktator legendaris dunia di posisi 68. Segala kejahatannya akan sangat mengacaukan dan menyengsarakan rakyat seluruh dunia, jika seandainya ia ada di alam nyata. Syukurlah, ia cuma ada di dongeng…
4. SADDAM HUSSEIN (IRAK):
Kami akan mengambil referensi dari buku Sejarah Islam Dunia. Dalam buku tersebut, mungkin Saddam Hussein adalah seorang kepala negara Muslim yang suka membunuh rakyatnya sendiri. Perseteruan abadinya dengan Ayatollah Khomeini dari Iran di awal 1980-an hingga memunculkan krisis minyak dan Perang Teluk akibat ulahnya sendiri. Hancur lebur di 2003 setelah digempur pasukan PBB yang berada dibawah komando Amerika Serikat dan Arab Saudi, hingga akhirnya ia dieksekusi mati pada Idul Adha 2005.
5. BENITO MUSOLINI (ITALIA):
Inilah Italiano yang sukses lewat paham Fasisme-nya di Italia dan beberapa negara sahabatnya seperti Austria saat PD II lalu. Bersekongkol dengan Adolf Hitler, nyaris menundukan seluruh Eropa sebelum akhirnya dikalahkan oleh pasukan AS, hingga akhirnya Italia malah berbalik mendukung blok sekutu dan mengkhianati Jerman.
6. SLOBODAN MILOSEVIC (YUGOSLAVIA):
Diktator kejam asal Serbia ini telah membantai jutaan warga Muslim Kosovo. Ia juga sempat membumi hanguskan Bosnia Herzegovina dan membuat beberapa kejahatan internasional. Akhirnya ia dihukum mati oleh pengadilan internasional, dan menjadi catatan kelam bagi orang Yugoslavia ini.
7. SOEHARTO (INDONESIA):
Kami akui memang berlebih untuk mantan presiden RI kedua ini. Namun jujur saja, ketika era Soeharto berkuasa di Indonesia, semua unsur kebebasan sangat dibatasi oleh pria yang mengklaim diri sebagai Bapak Pembangunan ini. Bahkan parpol saja hanya dibatasi tiga buah, pers dilarang berbuat banyak, juga berbagai penculikan kepada para aktivis kebenaran, jika ada yang berani melawannya. Wafat di usia 86 tahun pada 27 Januari 2008 lalu.
8. JOSEPH STALIN (UNI SOVIET):
Pakar komunis Uni Soviet ini sukses membinasakan jutaan orang tidak berdosa demi penyatuan menjadi sebuah negara komunis super power bernama USSR. Sayangnya setelah ia wafat, cita-citanya yaitu membuat dunia menjadi komunis ini tidak kesampaian. USSR bubar di akhir 1990, dan kemudian warisannya hanya bisa dinikmati sekarang dengan nama Rusia.
9. HERMAN WILLEM DAENDELS (HINDIA BELANDA):
Inilah gubernur jenderal Belanda paling bengis ketika memerintah di Indonesia. Mengorbankan rakyat jelata demi pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan yang kini kita bisa nikmati kalau pulang mudik ke kampong halaman. Ironisnya, mungkin ia jugalah yang mengajarkan korupsi untuk bangsa Indonesia. Ia rakus akan uang, sehingga projek pembangunan tersebut malah tersendat, dan kemudian dipanggil pulang ke Belanda dan digantikan oleh gubernur jenderal Janssens.
10. KAISAR HIROHITO (JEPANG):
Bagi sebagian orang, ia adalah aktor utama keterlibatan Jepang dalam PD II. Namun justru karena ulah ia sendiri, Jepang harus rela kehilangan dua kota, Hiroshima dan Nagasaki ketika di bom atom oleh sekutu. Akhirnya ia menyerah hanya beberapa hari sebelum Indonesia merdeka.
Nah semua diktator diatas bisa menjadi pelajaran sejarah berharga bagi kita semua agar tidak mengikuti tindakannya yang jauh dari unsur perdamaian. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda semua.
Minggu, 10 Oktober 2010
Tragedi Kehidupan Kita dgn FB : Semoga Membuka Mata Hati Kita
Tulisan ini saya dapat dari sebuah grup FB and sebuah milis.
Semoga kita bisa merenungi isi tulisan ini..
Selamat Membaca
============ ========= ====
Tragedi Kehidupan Kita dgn FB : Semoga Membuka Mata Hati Kita
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.
Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu ...'siapa calon bapak si jabang bayi?'
Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.
Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu,penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.
Wuiiih...... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu,sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....'dilecehkan' orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya.
Lihat saja beberapa status facebook :
Seorang wanita menuliskan "Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?"--- ---kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan "mau ditemanin? Dijamin puas deh..."
Seorang wanita lainnya menuliskan " Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:" kemudian komen2 nakal bermunculan. ..
Ada yang menulis " bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....", ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan
Ada pula yang komen di wall temannya " eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu...." ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya "habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?'----langsung berpuluh2 komen dating Ada yang hanya menuliskan, "lagi bokek, kagak punya duit..." Ada juga yang nulis " mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih" Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan. Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha " Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?" maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab " Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini". Rasul dengan senyum teduhnya berkata "baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini". Tidak perlu orang tahu bahwatidak ada makanan di rumah Rasulullah.. ..
Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke Madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka Abdurahman bin Auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, "Maluitu sebahagian dari iman". (Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni `kesenangan semu' dan dibungkus dengan `persahabatan fatamorgana' ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.
Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita "Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau." (Bukhari). Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang
semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghah, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu,mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan `kesenangan' , `gurauan' membuat Iffah kita luntur tak berbekas.
Waallahu'alam bisshawab.. Hanya Allah Yang Maha Tahu atas segala sesuatu..
************ ********* ********* ********* ********* ********* **
Mohon kiranya untuk men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama. Jazakallah khairan katsiran
Sumber : FTJAI