Sabtu, 11 Juni 2011

BELAJAR “MATEMATIKA SEDEKAH” DARI USTADZ YUSUF MANSUR…

Di usianya yang tergolong muda, kelahiran 19 Desember 1976 (jadi usianya baru 30 tahun-an), sosok muda ini memang layak untuk dipanggil Ustadz atau Guru dalam ilmu Islam. Ya, inilah Ustadz Yusuf Mansur, masih muda usia, tetapi “pamor” dirinya sudah menasional, bahkan mungkin sudah “go international”.

Saya memang baru mengenal beliau pada saat acara grand opening “Asistensi Mata Kuliah Agama Islam (AMKAI)” untuk mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (Unsri) angkatan 2006 di Gedung Olah Raga (GOR) Sriwijaya. Dan, di Palembang katanya baru pertama kali beliau hadir. Dan, beruntung saya bisa ikut hadir di sana. Pada saat itu, Ustadz Yusuf Mansur memberikan uraian menarik mengenai “Shodaqoh” atau “Sedekah”, tepatnya KEAJAIBAN SEDEKAH.

Meskipun saya sudah tahu mengenai keagungan Al-Qur’an, yang memberikan gambaran kepada kita, bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Tetapi, dengan penjelasan tentang sedekah ini, oleh Ustadz Yusuf Mansur; benar-benar semakin membuka “mata-hati” saya, bahwa selama ini ternyata saya telah rugi besar, berkaitan dengan sedekah ini.

Ustadz Yusuf Mansur memberikan ilustrasi yang sangat mudah dan “gamblang”, bagaimana sebenarnya dan sebaiknya sistem sedekah ini bekerja. Ini sungguh luar biasa. Dengan tetap bergaya “anak muda”, maka ustadz ini menunjukkan sekaligus mengingatkan ke setiap orang yang hadir, bahwa Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur’an surat 6 ayat 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an surat 2 ayat 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

Menurut ustadz muda ini, dengan berpedoman pada Al-Qur’an tersebut, maka kita bisa membuat “hitung-hitungan” matematika, yang disebutnya sebagai MATEMATIKA SEDEKAH. Nah, inilah yang luar biasa itu. Matematika sedekah ini, sungguh sangat berbeda dengan ilmu Matematika yang dulu pernah kita pelajari di sekolah. Benar-benar berbeda!

Beliau memberikan ilustrasinya sebagai berikut:

10 – 1 = 9 … ini ilmu matematika yang biasa kita terima di sekolah dulu.

Tetapi ilmu Matematika Sedekah adalah sebagai berikut:

10 – 1 = 19 … ini menggunakan dasar, bahwa Allah membalas 10 x lipat pemberian kita.

Sehingga kalau dilanjutkan, maka akan ketemu ilustrasi seperti berikut ini:

10 – 2 = 28

10 – 3 = 37

10 – 4 = 46

10 – 5 = 55

10 – 6 = 64

10 – 7 = 73

10 – 8 = 82

10 – 9 = 91

10 – 10 = 100

Nah, sungguh menarik bukan? Lihatlah hasil akhirnya. Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita sedekah-kan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Dan, kita baru pakai acuan balasan dari Allah yang minimal saja, yaitu 10 x lipat.

Bagaimana jika yang kita pakai adalah acuan balasan dari Allah berupa yang 700 x lipat?

Intinya: Semakin banyak bersedekah, maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Tinggal kita yang mau membuka mata, bahwa pengembalian dari Allah itu bentuknya apa? Bukalah “mata hati” kita, selalu lah berpikir positif kepada Allah.

Bukankah Allah berfirman, “Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku”. Oleh karena itu, selalu lah berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan serta merta menunjukkan Ke-Maha Kebaikan-Nya kepada kita.

Allah pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang PAS, yang setimpal dengan amal perbuatan kita.

Semoga bermanfaat!

[Dikutip dari blog Edi Kurniawan (bukan mantan Presma BEM KM Unand), dengan perubahan seperlunya.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar